Fakshi IAIN Parepare Perkuat Mutu Akademik, Targetkan 100 Persen Prodi Unggul pada 2027
JDIH IAIN Parepare - Fakshi IAIN Parepare Perkuat Mutu Akademik, Targetkan 100 Persen Prodi Unggul pada 2027
24 Agustus, 2026
oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare — Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi) IAIN Parepare, Dr. Budiman, M.HI., memaparkan kondisi dan kesiapan akademik fakultas dalam Rapat Akademik IAIN Parepare Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, Senin (24/8/2026). Paparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus persiapan penyelenggaraan perkuliahan semester ganjil.
Dalam laporan akademiknya, Fakshi mencatat 792 mahasiswa aktif yang tersebar pada empat program studi, yakni Hukum Ekonomi Syariah sebanyak 149 mahasiswa, Hukum Keluarga Islam 189 mahasiswa, Hukum Pidana Islam 186 mahasiswa, dan Hukum Tata Negara 268 mahasiswa. Fakultas juga mencatat 167 lulusan, dengan rata-rata IPK tertinggi diraih Program Studi Hukum Keluarga Islam sebesar 3,84.
Menurut Dr. Budiman, data tersebut menjadi dasar bagi fakultas dalam melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah penguatan akademik. “Rapat akademik ini menjadi momentum untuk melihat secara objektif kondisi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, baik dari sisi mahasiswa, dosen, proses pembelajaran, maupun capaian mutu. Dari evaluasi ini, kami ingin memastikan pelaksanaan semester ganjil berjalan lebih tertib dan kualitas pembelajaran terus meningkat,” ujarnya.
Pada aspek pengembangan pengalaman akademik, sebanyak enam mahasiswa mengikuti program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, dua mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara mengikuti program mutasi ke perguruan tinggi di Makassar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui aktivitas akademik di luar lingkungan kampus.
Dari sisi sumber daya manusia, Fakshi memiliki 5 guru besar, 12 lektor kepala, 9 lektor, dan 8 asisten ahli. Fakultas juga mencatat enam dosen yang sedang menempuh studi lanjut serta dua dosen dalam proses pemenuhan sertifikat pendidik. Penguatan kapasitas dosen tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan akademik.
Dalam bidang penjaminan mutu, Fakshi menargetkan seluruh program studi berstatus unggul pada 2027. Saat ini, capaian akreditasi unggul berada pada angka 75 persen. Untuk mencapai target tersebut, fakultas mendorong penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), perluasan program MBKM dan kemitraan strategis, serta percepatan pemutakhiran dokumen akreditasi.
“Target kami jelas, pada 2027 seluruh program studi di Fakshi dapat mencapai predikat unggul. Karena itu, penguatan kurikulum berbasis OBE, peningkatan kualitas SDM, kemitraan, serta kesiapan dokumen akreditasi harus menjadi perhatian bersama,” jelas Budiman.
Fakshi juga memetakan sejumlah area yang masih perlu diperkuat, meliputi kepatuhan akademik, dinamika mahasiswa, akselerasi kelulusan, serta infrastruktur dan layanan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain keterlambatan penginputan presensi dan nilai, partisipasi mahasiswa dalam kompetisi akademik yang perlu ditingkatkan, penyelesaian skripsi, serta kebutuhan penguatan fasilitas ruang transit dosen dan jaringan internet.
Pada aspek pembelajaran, Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) turut menjadi bagian dari laporan akademik. Tiga dosen dengan skor EDOM tertinggi yakni Dr. H. Islamul Haq, Lc., M.A. dengan skor 3,83, Dr. Hj. Saidah, M.H. dengan skor 3,75, dan Dr. M. Ali Rusdi,
S.Th
.I., M.HI. dengan skor 3,74. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dalam mengevaluasi kualitas layanan pembelajaran di lingkungan Fakshi.
Dr. Hj. Saidah, M.H., salah satu dosen Fakshi, menyambut kesiapan fakultas menghadapi semester ganjil. Ia menegaskan kesiapannya untuk kembali melaksanakan perkuliahan dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran dan memastikan proses belajar mahasiswa berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami sebagai dosen siap melaksanakan perkuliahan pada semester ini. Persiapan pembelajaran terus kami lakukan, mulai dari RPS, bahan ajar, hingga instrumen evaluasi. Yang paling penting, kami ingin mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang terarah dan mampu mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan,” ujar Saidah.
Untuk menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakshi menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari monitoring registrasi dan KRS mahasiswa, distribusi mata kuliah berdasarkan struktur kurikulum OBE dan pemerataan beban dosen, pengaturan jadwal perkuliahan, hingga finalisasi dan publikasi jadwal melalui Sistem Informasi Akademik. Dosen juga diarahkan menyiapkan RPS, kontrak perkuliahan, bahan ajar, dan instrumen evaluasi pembelajaran.
Melalui rapat akademik tersebut, Fakshi menegaskan komitmennya memperkuat mutu akademik melalui peningkatan kapasitas dosen, pengembangan pengalaman belajar mahasiswa, percepatan akreditasi, serta pembenahan infrastruktur dan layanan digital. Langkah tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang lebih tertib, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di IAIN Parepare.
Penulis : Tasrif
Editor : Suherman