Di Tengah Ujian Keluarga, Ahdiatul Badirah Raih Wisudawan Terbaik Pascasarjana IAIN Parepare

Di Tengah Ujian Keluarga, Ahdiatul Badirah Raih Wisudawan Terbaik Pascasarjana IAIN Parepare

JDIH IAIN Parepare - Di Tengah Ujian Keluarga, Ahdiatul Badirah Raih Wisudawan Terbaik Pascasarjana IAIN Parepare 22 Agustus, 2026 oleh Humas IAIN Parepare Humas IAIN Parepare - Di tengah perjuangan menyelesaikan tesis dan ujian keluarga saat sang ayah jatuh sakit, Ahdiatul Badirah memilih untuk tidak berhenti. Ia bertahan, menuntaskan janji kepada diri sendiri, dan menutup perjalanan magisternya sebagai Wisudawan Terbaik Pascasarjana dengan IPK 3,96. Kisah perjuangan Ahdiatul tersebut mengemuka dalam Wisuda Sarjana dan Magister Tahap II IAIN Parepare Tahun 2026 Sesi 2 yang berlangsung di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu, 22 Agustus 2026. Ahdiatul merupakan wisudawati Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana IAIN Parepare asal Kabupaten Sidrap. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister dalam waktu 1 tahun 10 bulan 14 hari. Perjalanan menuju predikat wisudawan terbaik tidak ditempuh tanpa tantangan. Sejak awal memasuki pendidikan magister, Ahdiatul harus beradaptasi dengan tuntutan akademik yang lebih tinggi. Ia dituntut untuk berpikir lebih kritis, sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari rentang usia yang cukup beragam. Tantangan semakin terasa ketika memasuki tahap penyusunan tesis. Pada masa tersebut, perhatian Ahdiatul harus terbagi karena sang ayah mengalami sakit. “Fokus tesis saya sempat terganggu ketika ayah sakit. Itu menjadi salah satu masa yang cukup berat, tetapi saya tetap berusaha menjalani semuanya dan menyelesaikan apa yang sudah saya mulai,” ujar Ahdiatul. Situasi tersebut sempat membuat proses penyelesaian tesis menjadi lebih berat. Namun, ia memilih untuk tetap tenang dan konsisten menjalani setiap tahapan yang harus dilalui. Menurutnya, menyelesaikan pendidikan bukan sekadar memperoleh gelar, melainkan juga bentuk tanggung jawab terhadap proses yang telah dimulai sejak awal. “Yang membuat saya tetap bangun dan berjuang setiap hari adalah proses yang memang harus dituntaskan. Saya belajar untuk tetap konsisten dan tidak membiarkan rasa lelah membuat saya berhenti di tengah jalan,” tuturnya. Di balik perjuangan tersebut, orang tua menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Ahdiatul, terutama sang ayah. Doa, kasih sayang, dan kepercayaan yang diberikan keluarga menjadi alasan baginya untuk terus melangkah. Kepercayaan tersebut pula yang membuat pencapaian pada hari wisuda terasa begitu bermakna. Predikat wisudawan terbaik menjadi persembahan atas dukungan keluarga yang selama ini tidak pernah berhenti mengiringi perjalanan pendidikannya. “Terima kasih sudah membesarkan saya dengan penuh cinta dan percaya kepada saya, bahkan lebih dari saya percaya kepada diri sendiri. Apa yang saya capai hari ini tidak lepas dari doa dan kepercayaan orang tua, terutama ayah,” ungkapnya. Bagi Ahdiatul, toga yang dikenakan dalam prosesi wisuda juga memiliki makna yang mendalam. Toga bukan hanya simbol kelulusan, tetapi menjadi bukti bahwa ia berhasil menepati janji kepada diri sendiri dan kepada orang-orang yang sejak awal memberikan kepercayaan. Kini, di balik toga yang dikenakan, tersimpan perjalanan seorang perempuan asal Sidrap yang memilih bertahan ketika keadaan tidak selalu berpihak. Baginya, keberhasilan bukan tentang tidak pernah merasa lelah atau menghadapi keraguan, tetapi tentang keberanian untuk tetap melanjutkan langkah. “Tidak apa-apa kalau kita merasa lelah. Yang penting tetap bertahan. Percayalah, selalu ada keajaiban bagi mereka yang mau terus berjuang dan tidak menyerah pada proses,” pungkasnya. Kisah Ahdiatul Badirah menjadi salah satu cerita inspiratif yang mewarnai Wisuda Sarjana dan Magister Tahap II IAIN Parepare Tahun 2026 Sesi 2. Sebuah kisah tentang konsistensi, keluarga, ketenangan, dan keberanian untuk menuntaskan apa yang telah dimulai. Penulis : Nur Aeni K Editor   : Sri Rahayu