Lulus dengan IPK Sempurna, Wisudawan Terbaik Fakultas Tarbiyah Kenang Perjuangan Masa Kuliah

Lulus dengan IPK Sempurna, Wisudawan Terbaik Fakultas Tarbiyah Kenang Perjuangan Masa Kuliah

JDIH IAIN Parepare - Lulus dengan IPK Sempurna, Wisudawan Terbaik Fakultas Tarbiyah Kenang Perjuangan Masa Kuliah 21 Agustus, 2026 oleh Humas IAIN Parepare Humas IAIN Parepare - Di antara ratusan wisudawan pada sesi pertama, nama Andi Nurul Hafiza Darwis mencuri perhatian. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, ini dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik setelah berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dengan masa studi 3 tahun 7 bulan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Wisuda Sarjana dan Magister Tahap II Tahun 2026 dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung di Auditorium IAIN Parepare pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, yang diikuti lulusan dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (Fakshi), serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD). Namun, di balik raihan gelar dan predikat wisudawan terbaik tersebut, mahasiswi kelahiran Maroangin, 26 April 2004, asal Kabupaten Enrekang, ini menyimpan kisah perjuangan yang penuh liku. “Momen paling sesak terjadi saat awal kuliah. Saya harus mengejar ketertinggalan sebagai alumni SMA di Prodi PAI. Ditambah lagi komunikasi dengan orang tua terbatas karena beliau tidak memiliki ponsel, dan saya harus berjalan kaki ke mana-mana karena mengandalkan beasiswa,” ujar Hafiza. Tantangan fisik dan mental terus menguji dirinya dalam membagi waktu antara perkuliahan dan aktivitas padat di asrama Ma’had Al-Jami’ah. Ujian terberat bahkan dialaminya saat memasuki fase akhir perkuliahan, setelah menuntaskan seminar hasil skripsi. “Setelah seminar hasil, saya harus menghadapi dinginnya ruang operasi. Di situ saya sempat berpikir, apakah ini akhir jalan hidup saya, padahal saya belum jadi apa-apa yang berarti untuk Mama,” kenang putri almarhum Darwis dan A. St. Syamsinar tersebut. Untuk menjaga kedisiplinan sekaligus mengelola emosi di tengah keterbatasan fasilitas, Hafiza konsisten menerapkan kebiasaan mencatat rutinitas harian (_journaling_) sejak awal memasuki dunia perkuliahan. “Bagi saya, kuliah bukan sekadar mengejar angka, melainkan bagaimana kita mengarungi dunia dengan _soft skill_ dan pola pikir yang terbentuk setelah terbentur berkali-kali,” tegasnya. Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Hafiza berencana merambah dunia usaha sebagai _business owner_, sembari mempersiapkan diri untuk mendaftar beasiswa dan melanjutkan studi ke jenjang magister. Bagi Hafiza, IPK sempurna bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan buah dari proses panjang yang mengajarkannya tentang ketekunan, keterbatasan, dan keberanian untuk terus melangkah. Penulis : Nur Aeni K Editor   : Sri Rahayu