Pascasarjana IAIN Parepare Reviu Pedoman PKTI, Bahas Plagiasi dan AI
JDIH IAIN Parepare - Pascasarjana IAIN Parepare Reviu Pedoman PKTI, Bahas Plagiasi dan AI
12 Agustus, 2026
oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare
- Program Pascasarjana IAIN Parepare menggelar
Focus Group Discussion (FGD)
Reviu Pedoman PKTI Pascasarjana IAIN Parepare, pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara
hybrid
di Gedung Perpustakaan Lantai 5 dan melalui Zoom Meeting tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan, ketua program studi, tim penyusun, dosen, dan pihak terkait lainnya.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA hingga sekitar pukul 12.30 WITA. FGD dilaksanakan sebagai bagian dari proses penyempurnaan Pedoman PKTI Pascasarjana Edisi Revisi 2026, sekaligus memastikan pedoman tersebut mampu menjawab kebutuhan akademik dan perkembangan penelitian di lingkungan Pascasarjana IAIN Parepare.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan FGD. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya penyempurnaan pedoman akademik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Parepare, Prof. Dr. Fikri, M.H.I., hadir mewakili Direktur Pascasarjana dan turut menyampaikan sambutan. Kehadiran pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses penyempurnaan Pedoman PKTI agar dapat menjadi acuan yang lebih komprehensif, sistematis, dan relevan bagi mahasiswa serta civitas academica Pascasarjana.
Ketua Tim Penyusun Pedoman PKTI Pascasarjana, Dr. Andar, M.Pd., turut mengikuti kegiatan secara daring. Ia memberikan pengantar sekaligus memaparkan proses penyusunan dan arah revisi Pedoman PKTI Pascasarjana Edisi Revisi 2026 sebelum memasuki sesi pembahasan substansi pedoman.
Selanjutnya, Sekretaris Tim Penyusun, Dr. Hamzah, S.S., M.Pd.I., memaparkan sejumlah poin penting dalam Pedoman PKTI Pascasarjana Edisi Revisi 2026. Pemaparan tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk memberikan tanggapan, koreksi, dan rekomendasi terhadap berbagai aspek yang terdapat dalam pedoman.
Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Sedikitnya 10 peserta menyampaikan saran dan masukan secara langsung dalam forum sebagai bahan penyempurnaan pedoman. Masukan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan substansi akademik, tetapi juga aspek teknis dan redaksional yang dinilai penting agar pedoman lebih jelas dan mudah diterapkan.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam FGD meliputi teknik penulisan karya ilmiah, penggunaan diksi atau istilah bahasa asing, transliterasi bahasa Arab, sistem penomoran, kesesuaian dengan regulasi akademik, serta metodologi penelitian. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memastikan Pedoman PKTI mampu memberikan standar yang lebih jelas bagi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian dan menyusun karya ilmiah, baik pada jenjang magister maupun doktor.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian dalam FGD adalah persoalan plagiasi dan tingkat
similarity
pada naskah karya ilmiah. Peserta mendiskusikan batas persentase
similarity
yang masih dapat ditoleransi serta pentingnya membedakan kemiripan teks yang bersifat teknis atau tidak substantif dengan tindakan plagiasi yang bertentangan dengan prinsip integritas akademik.
Pembahasan tersebut dinilai penting seiring semakin berkembangnya teknologi pemeriksa kemiripan naskah. Di sisi lain, karya ilmiah memiliki karakteristik penulisan yang memungkinkan munculnya kesamaan istilah, frasa, maupun struktur pada bagian tertentu. Karena itu, peserta mendorong agar ketentuan mengenai
similarity
dalam Pedoman PKTI dirumuskan secara proporsional dan tidak semata-mata menjadikan angka persentase sebagai satu-satunya indikator untuk menentukan ada atau tidaknya plagiasi.
Selain plagiasi dan
similarity
, pemanfaatan
Artificial Intelligence (AI)
dalam penyusunan karya ilmiah turut menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam forum. Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat dinilai perlu direspons dalam penyusunan pedoman akademik. Berbagai perangkat AI saat ini mampu membantu, bahkan menghasilkan teks akademik dalam waktu yang sangat singkat.
Salah seorang peserta yang mengikuti kegiatan melalui Zoom, Dr. Ali Rusdi, M.H.I., merekomendasikan agar Pedoman PKTI Pascasarjana turut memuat panduan atau ketentuan mengenai penggunaan AI yang diperbolehkan atau ditoleransi dalam penyusunan karya ilmiah. Menurutnya, perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi perlu direspons melalui regulasi akademik yang adaptif, bukan dengan mengabaikan keberadaan teknologi tersebut.
Rekomendasi tersebut menjadi penting karena teknologi AI memungkinkan seseorang menghasilkan teks dalam waktu yang sangat singkat melalui proses generate. Namun, pemanfaatannya dalam karya ilmiah perlu ditempatkan dalam kerangka integritas akademik, transparansi, tanggung jawab penulis, dan orisinalitas gagasan.
Dengan demikian, AI dapat diposisikan sebagai alat bantu dalam proses akademik, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir, analisis, dan tanggung jawab ilmiah penulis. Pembahasan mengenai AI sekaligus menunjukkan bahwa Pedoman PKTI Pascasarjana Edisi Revisi 2026 diharapkan tidak hanya mampu menjawab persoalan akademik saat ini, tetapi juga memiliki perspektif ke depan dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Berbagai masukan yang disampaikan dalam FGD menjadi catatan penting bagi Tim Penyusun untuk ditindaklanjuti dalam proses penyempurnaan pedoman. Revisi Pedoman PKTI tidak hanya diarahkan pada aspek format dan tata tulis, tetapi juga untuk memperkuat integritas akademik, standar metodologi, etika penelitian, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Melalui FGD tersebut, berbagai masukan peserta selanjutnya menjadi bahan bagi Tim Penyusun untuk melakukan penyempurnaan dan finalisasi Pedoman PKTI Pascasarjana IAIN Parepare Edisi Revisi 2026. Forum ini diharapkan menghasilkan pedoman yang lebih sistematis, aplikatif, dan adaptif serta mampu mendukung peningkatan mutu karya ilmiah mahasiswa Pascasarjana.
Kegiatan ditutup sekitar pukul 12.30 WITA setelah seluruh agenda dan pokok-pokok pembahasan selesai dilaksanakan. Melalui proses review secara partisipatif tersebut, Pascasarjana IAIN Parepare berkomitmen menghadirkan Pedoman PKTI yang tidak hanya memenuhi aspek administratif dan teknis, tetapi juga mencerminkan standar akademik yang bermutu serta mendukung terwujudnya budaya penelitian yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kontributor: Hamzah
Editor: Sri Rahayu Andira