Pascasarjana IAIN Parepare Gelar International Guest Lecture, Bahas Dinamika Hukum Keluarga Islam

Pascasarjana IAIN Parepare Gelar International Guest Lecture, Bahas Dinamika Hukum Keluarga Islam

JDIH IAIN Parepare - Pascasarjana IAIN Parepare Gelar International Guest Lecture, Bahas Dinamika Hukum Keluarga Islam 5 Agustus, 2026 oleh Humas IAIN Parepare Humas IAIN Parepare - Program Pascasarjana IAIN Parepare kembali menyelenggarakan International Guest Lecture of Post Graduate Program at IAIN Parepare (IGLoPAS) dengan mengangkat tema “The Dynamics of Islamic Family Law in the Context of Cultural Diversity and Global Civilization” . Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, ini menghadirkan akademisi dari Indonesia dan Malaysia untuk mendiskusikan dinamika hukum keluarga Islam dalam menghadapi keberagaman budaya dan perkembangan peradaban global. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut menghadirkan Prof. Dr. Zaini Nasohah, Pensyarah pada Pusat Kajian Syariah, Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia, sebagai pembicara internasional. Sementara itu, dari Indonesia hadir Dr. Agus Muchsin, M.Ag., dosen IAIN Parepare, sebagai pembicara. Kegiatan dipandu oleh Faisal Nur Shadiq Shabri, Lc., M.H., selaku moderator. Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Parepare, Prof. Dr. Fikri, M.H.I., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa IGLoPAS telah memasuki seri keempat. Menurutnya, kegiatan yang dirancang secara berseri tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya. “IGLoPAS ini sudah memasuki seri keempat dari enam seri. Kita berharap kegiatan berseri ini tetap berlanjut meskipun nanti berganti tahun. Budaya seperti ini perlu dilanggengkan,” ungkap Prof. Dr. Fikri dalam sambutannya. Ia menilai keberlanjutan kegiatan semacam ini penting bagi pengembangan atmosfer akademik di lingkungan Pascasarjana IAIN Parepare. Terlebih, setiap pelaksanaan IGLoPAS memerlukan proses untuk menemukan pemateri yang tepat dan memiliki kompetensi sesuai dengan tema yang diusung. Menurutnya, menghadirkan narasumber yang tepat menjadi salah satu aspek penting agar diskusi akademik yang dibangun benar-benar relevan dengan isu yang sedang dikaji. Karena itu, tradisi akademik melalui kegiatan IGLoPAS diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik Pascasarjana IAIN Parepare. IGLoPAS seri keempat ini mendapat antusiasme yang baik dari peserta. Tercatat sekitar 110 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Keragaman asal peserta tersebut menunjukkan bahwa kegiatan akademik yang diselenggarakan Pascasarjana IAIN Parepare mampu menjangkau kalangan akademisi dan masyarakat dari berbagai wilayah. Format kegiatan yang dilaksanakan secara daring juga memungkinkan partisipasi yang lebih luas tanpa dibatasi jarak dan wilayah geografis. Tema “The Dynamics of Islamic Family Law in the Context of Cultural Diversity and Global Civilization” dinilai relevan dengan perkembangan masyarakat Muslim kontemporer. Keberagaman budaya dan perubahan sosial yang berlangsung di berbagai belahan dunia menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengembangan hukum keluarga Islam. Karena itu, diperlukan kajian yang tidak hanya berpijak pada khazanah keislaman, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial dan budaya dalam konteks global. Kehadiran Prof. Dr. Zaini Nasohah dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Dr. Agus Muchsin, M.Ag., dari IAIN Parepare diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta mengenai persoalan tersebut, sekaligus membuka ruang dialog akademik antara Indonesia dan Malaysia. Melalui penyelenggaraan IGLoPAS secara berkelanjutan, Pascasarjana IAIN Parepare menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang terbuka, dinamis, dan berorientasi pada jejaring keilmuan internasional. Antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi salah satu indikator bahwa forum akademik semacam ini memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan pada seri-seri berikutnya. Kontributor: Hamzah Editor: Sri Rahayu Andira